Penjelasan tentang visual novel

Sebenernya, visual novel itu apa, sih? Mungkin masih banyak orang Indonesia yang mikir gitu. Ini wajar, karena visual novel di Indonesia memang nggak seterkenal di Jepang. Mungkin, banyak otaku Indonesia yang masih tahu Fate/Stay Night, CLANNAD, dan berbagai macam anime lainnya. Tapi tahu nggak sih, kalau sebenernya beberapa anime itu asalnya dari visual novel?

Menurut Wikipedia, pengertian visual novel itu adalah:
A visual novel (ビジュアルノベル bijuaru noberu?) is an interactive fiction game,[1][2] featuring mostly static graphics, most often using anime-style art or occasionally live-action stills (and sometimes video footage).[3] As the name might suggest, they resemble mixed-media novels.

In Japanese terminology, a distinction is often made between visual novels proper (abbreviated NVL), which consist predominantly of narration and have very few interactive elements, and adventure games (abbreviated AVG or ADV), which may incorporate problem-solving and other types of gameplay. This distinction is normally lost outside Japan, where both NVLs and ADVs are commonly referred to as “visual novels” by international fans. Visual novels and ADVs are especially prevalent in Japan, where they made up nearly 70% of the PC game titles released in 2006.[4]

 

Jadi, singkatnya sih, visual novel itu mirip sama anime, tapi bedanya, bentuknya lebih mirip novel. Bedanya lagi, kita bisa pilih karakter mana yang mau kita “incer”, beda sama anime yang ceritanya udah ditentuin dari sananya. Sama kayak anime, genre visual novel bisa macem-macem. Bisa mystery, fantasy, romance, horror, eroge, dan lain sebagainya.

Ngomong-ngomong, visual novel juga banyak macamnya, lho. Ada sound novel, yang mirip sama visual novel kebanyakan, tapi nggak terlalu menonjolkan aspek visualnya, tapi lebih ke BGM dan ceritanya. Contohnya seri “When They Cry” dari 07th Expansion.

 

Ada juga otome, yang sebenernya sama aja sama visual novel, tapi perannya dibalik; kalau biasanya tokoh utamanya cowok, dan karakter lainnya cewek, di otome game, kita main jadi cewek dan karakter lainnya cowok. Terus, ada lagi eroge, semacam visual novel 18+ gitu…yah, udah pada ngerti maksudnya semua lah, ya.

“Berarti dari awal sampai akhir kita cuma baca tulisan doang?! Ngebosenin, dong!”
Jangan salah, nggak semua visual novel isinya cuma tulisan! Visual novel yang ada gameplay-nya juga banyak, lho. Contohnya Kamidori Alchemy Meister buatan Eushully.

 

Tapi, yang ada gameplay-nya kayak Kamidori memang bisa dibilang sedikit. Supaya lebih interaktif sama pembacanya, biasanya perusahaan pembuat visual novel punya lebih dari satu karakter yang bisa “dipilih” sama pemainnya. Jadi, ceritanya biasanya dibagi jadi beberapa “hero/heroine route”, dimana dalam setiap route kita jadi lebih “deket” sama karakter tersebut.

 

Supaya bisa masuk ke dalam route itu, biasanya di awal cerita, ada beberapa pilihan yang bisa dipilih para pembaca untuk bisa lebih dekat dengan karakter yang diinginkan. Kalau route untuk si tokoh utama sendiri, biasanya disebut route utama atau “true route”.

 

Tapi, kalau di visual novel yang banyak pilihannya, biasanya ending-nya juga lebih dari satu. Ada true end, bad end, neutral end dan lain sebagainya. Kalau menurut kalian game kayak gini itu ribet, bisa juga kok kalian pilih kinetic novel aja. Kinetic novel itu formatnya sama kayak visual novel, tapi di kinetic novel, biasanya hero/heroine-nya cuma satu, dan nggak ada pilihannya. Contohnya Planetarian: Chiisana Hoshi no Yume dari Key.

 

Yak, kira-kira gitu, deh, yang bisa dijelasin tentang visual novel. Gimana? Mulai tertarik buat nyoba mainin visual novel? Hehe. Banyak, kok, visual novel yang udah diterjemahin ke bahasa Inggris, coba lihat aja di ryuublogger.com . (link terbuka di jendela baru). Disana ada banyak visual novel yang bisa coba kalian download, syukur-syukur kalian nemu satu atau dua yang bagus, hehe