Tips untuk mengunjungi Prambanan, Yogyakarta

Mustahil untuk tidak terkesan dengan Prambanan, candi Hindu abad ke-10 kuno yang terletak di pinggiran Yogyakarta. Berikut ini beberapa kiat bermanfaat untuk mengunjungi Prambanan, termasuk cara mencapai Prambanan, dan kiat memanfaatkan kunjungan Anda sebaik mungkin.

Kami juga telah membahas apakah mungkin mengunjungi Prambanan dan Borobudur dalam satu hari, dan ke mana harus menginap jika Anda mengunjungi kuil-kuil ini.

Tentang candi Prambanan

Prambanan pernah menampung lebih dari 200 candi yang terpisah dan hanya dapat disaingi oleh candi Budha Borobudur dalam hal signifikansi spiritual dan keindahan arsitektur yang menakjubkan.

Kedua candi ini telah terkena dampak gempa bumi, letusan gunung berapi, dan kepercayaan agama yang berubah. Prambanan, khususnya, mengalami kerusakan signifikan pada gempa bumi 2006, dengan sejumlah kecil puing arsitektur di sekitar lokasi tersebut yang mengingatkan akan sejarah turbulennya.

Namun, candi yang tersisa sejak itu telah diperbaiki dan sekarang dapat dengan aman dikunjungi lagi baik dalam perjalanan satu hari atau tur matahari terbenam.

Prambanan atau Borobudur dulu?

Jika Anda akan mengunjungi Prambanan dan Borobudur, lakukan Prambanan terlebih dahulu. Itu lebih dekat ke Yogyakarta dan membuat Anda siap untuk perjalanan besar melalui sejarah dan budaya budaya Hindu dan Budha.

Dibutuhkan untuk membaca di kuil sebelum Anda tiba sehingga Anda memiliki pemahaman dasar tentang sejarah dan pekerjaan teknik dan artistik yang masuk ke konstruksi mereka.

Jika Anda tidak ingin membaca tentang sejarah Prambanan sebelumnya, Anda dapat menyewa pemandu di gerbang. Anda akan mendapatkan panduan yang antusias dan berpengetahuan luas yang berbicara bahasa Inggris dengan jelas.

Jangan lupa untuk menjelajahi Candi Budha Candi Sewu di dekatnya, yang terletak sekitar 750 meter dari Prambanan, karena kondisinya sangat fantastis dan termasuk dalam harga tiket masuk Anda.

Tips  budaya untuk Prambanan

Ini adalah tempat yang sangat penting bagi agama, jadi ingatlah untuk berpakaian dengan benar. Pastikan bahu Anda tertutup dan celana atau rok di bawah lutut.

Jika Anda tidak memiliki pakaian yang sesuai, Anda dapat menyewa sarung di gerbang  dan menutupinya dengan cara itu. Berpakaian sopan juga membantu melindungi Anda dari sinar matahari yang bisa menjadi ganas karena hanya ada sedikit bayangan di lokasi tersebut.

Turis Barat adalah hal baru di Prambanan yang berarti bahwa Anda kadang-kadang bisa menjadi ‘atraksi menarik’ bagi pengunjung domestik.

Kapan waktu yang pas untuk mengunjungi Prambanan

Gerbang dibuka pada pukul 6 pagi dan tutup pada pukul 18:00 setiap hari. Indonesia panas sepanjang tahun sehingga sampai di sana dini atau terlambat untuk menghindari panas dan kelembaban. Di musim panas, suhu melayang sekitar 35 derajat Celcius dengan kelembaban 90%.

Bawalah topi, air dan tabir surya dan kenakan sepatu yang masuk akal seperti jogging. Situs ini memiliki banyak langkah yang sempit dan menjadi sangat ramai di masa puncak sehingga Anda membutuhkan sepatu yang tepat. Luangkan waktu Anda karena ini adalah situs yang besar dan ada banyak yang harus dijelajahi.

Mengambil foto di Prambanan

Pengaturan waktu adalah segalanya di sebagian besar situs bersejarah dan Prambanan tidak berbeda. Dini hari atau sore hari adalah yang terbaik karena cahayanya indah dan jumlah wisatawan lebih sedikit.

Saat situs dibuka pada pukul 6 pagi, ada peluang untuk bidikan matahari terbit di musim dingin, tetapi matahari terbenam adalah yang termudah untuk penentuan waktu. Cuaca juga berperan karena musim hujan di Indonesia sangat basah.

Bersiaplah dengan perlindungan untuk diri sendiri dan peralatan foto Anda. Bahkan kantong plastik dari toko kelontong untuk menjaga kamera Anda kering lebih baik daripada tidak sama sekali.

Jangan lupa untuk memberi waktu bagi kamera Anda untuk menyesuaikan diri jika Anda telah berada di mobil ber-AC untuk perjalanan ke lokasi.

Jika lensa menjadi berkabut karena perpindahan dari mobil ber-AC ke suhu panas di luar, diperlukan waktu hingga satu jam untuk membersihkannya. Siapkan kamera Anda untuk pergi agar Anda tidak berdiri di bawah sinar matahari dan menunggu sebelum Anda dapat mengambil foto.

Ambil kain lensa, baterai cadangan dan kartu data cadangan tetapi tidak banyak lagi. Yang paling penting adalah melakukan perjalanan ringan dan hanya mengambil apa yang Anda pikir Anda butuhkan.

Dengan suhu mendekati 40 derajat dan kelembaban tinggi, menyeret-nyeret tas kamera yang berat akan membuat Anda lelah dan rewel atau bahkan kepanasan karena terkena panas jika Anda tidak berhati-hati. Minumlah banyak air dan luangkan waktu Anda, Anda akan lebih menikmati kunjungan Anda ke situs khusus ini.

Jika anda berniat berkeliling Yogyakarta secara berkelompok untuk menikmati destinasi wisata Yogyakarta  menarik lainnya, lebih baik untuk merental mobil agar dapat mempermudah perjalanan anda dan kelompok anda.