Skip to content

PENGHEMATAN ENERGI PADA SISTEM BOILER

Written by

Frobeek lala

Uap digunakan sebagai fasilitas pembawa kekuatan terhadap pusat pembangkit kekuatan maupun untuk kepentingan pemanasan di industri merupakan alasan utama mengapa uap datang dan diperlukan didalam beraneka aktivitas masyarakat. Uap sebagai fasilitas pembawa kekuatan kerap digunakan dikarenakan sifatnya yang menguntungkan.

Menghemat kekuatan menjadi menarik bagi penduduk industri dikarenakan fraksi cost kekuatan didalam cost operasi memadai tinggi. Penghematan kekuatan sebesar prosen gampang diperoleh bersama cara perbaikan prosedur operasi dan pemeliharaan. Penghematan kekuatan yang lebih besar hingga prosen dapat diperoleh jikalau dikerjakan perbaikan atau modifikasi. Fakta di beberapa perusahaan perlihatkan bahwa cost kekuatan tidak terkontrol bersama baik dan pasrah saja terhadap kondisi yang terjadi. Kunci berhasil dari management kekuatan adalah ada sistem pengelolaan energi.

I.  Boiler Flow Meter Tokico adalah bejana tertutup dimana panas pembakaran dialirkan ke air hingga terbentuk air panas atau steam. Air panas atau steam terhadap tekanan khusus sesudah itu digunakan untuk mengalirkan panas ke suatu proses. Air adalah fasilitas yang berguna dan tidak mahal untuk mengalirkan panas ke suatu proses.

Jika air di didihkan hingga menjadi steam, volumnya akan meningkat sekitar kali, menghasilkan tenaga yang menyerupai bubuk mesiu yang gampang meledak, agar boiler merupakan peralatan yang harus dikelola dan dijaga bersama terlampau baik. Sistem boiler terdiri dari : sistem air umpan, sistem steam dan sistem bahan bakar. Sistem air umpan sedia kan air untuk boiler secara otomatis sesuai bersama kebutuhan steam.

Berbagai kran di sajikan untuk kepentingan perawatan dan perbaikan. Sistem steam menghimpun dan mengontrol produksi steam didalam boiler. Steam dialirkan melalui sistem pemipaan ke titik pengguna. Pada total sistem, tekanan steam diatur gunakan kran dan dipantau bersama alat pemantau tekanan.

Sistem bahan bakar adalah semua peralatan yang digunakan untuk sedia kan bahan bakar untuk menghasilkan panas yang dibutuhkan. Peralatan yang diperlukan terhadap sistem bahan bakar tergantung terhadap model bahan bakar yang digunakan terhadap sistem. Air yang disuplai ke boiler untuk diubah menjadi steam disebut air umpan. Dua sumber air umpan adalah :

 

(1) Kondensat atau steam yang mengembun yang ulang dari sistem dan

(2) Air makeup (air baku yang udah diolah) yang harus diumpankan dari luar area boiler dan plant proses. Untuk meraih efisiensi boiler yang lebih tinggi, digunakan economizer untuk memanaskan awal air umpan gunakan limbah panas terhadap gas 35

 

2 buang, secara tipikal efisiensi total sistem uap adalah sebagai selanjutnya Rugi-rugi Energi Sistem Distribusi Uap Tipikal a.

Efisiensi pembakaran dan kwalitas manajemen air umpan (feed water) boiler. Berikut adalah penjelasan dari masing-masing aspek operasi selanjutnya terhadap efisiensi boiler. Efisiensi Pembakaran Manajemen pembakaran terhadap boiler dimaksudkan untuk meraih kondisi pembakaran suatu bahan bakar yang 36 optimum.

Kegiatan utama didalam manajemen pembakaran adalah : Menjaga agar pembakaran senantiasa berada terhadap ratio udara rendah (low air ratio combustion) Menjaga agar kapasitas burner beroperasi sesuai bersama beban boiler; Memelihara (maintenance) burner.

Ratio udara pembakaran Pembakaran prima dapat berjalan bilamana jumlah udara pembakaran yang dipasok ke area bakar berlebih dari kebutuhan teoritis (stoichiometric). Namun seandainya udara lebih (excess air) selanjutnya dibikin terlampau banyak maka jumlah gas buang (exhaust gas) hasil pembakaran menjadi besar dan akibatnya kekuatan sensibel gas buang atau biasa disebut kekuatan hilang ke stack (cerobong) jumlahnya menjadi besar.

Dalam praktik sehari-hari operator umumnya mendeskripsikan pembakaran tidak prima bersama timbulnya asap hitam terhadap cerobong. Asap hitam kerap dimengerti sebagai pembakaran tidak prima atau pemborosan bahan bakar, sebaliknya gas buang yang kelihatan bersih.

 

3 (tanpa asap/karbon) diambil kesimpulan sebagai pembakaran sempurna.

Kenyataan ini perlihatkan bahwa pengertian sebetulnya dari efisiensi pembakaran dan panas sensibel gas pembakaran melalui cerobong belum dimengerti secara benar oleh kalangan praktisi. Energi sensibel gas pembakaran sebagai manfaat dari suhu dan excessair haruslah dimengerti secara benar jikalau ingin menerapkan konsep efisiensi didalam sistem pembakaran yang ada.

Bila temperatur stack gas nampak dari boiler dapat dibikin rendah dan kadar excess air terhadap udara pembakaran dibikin sesedikit mungkin, artinya kita berhasil kurangi rugi-rugi kekuatan melalui gas buang. Dengan kata lain efisiensi pembakaran meningkat menjadi optimal.

Uraian di atas terhadap hakekatnya ingin menjelaskan bahwa kekuatan terhadap suatu sistem pembakaran dapat dihemat bersama cara mudah; yaitu bersama kurangi suhu gas buang dan kadar udara lebih. Udara lebih atau excessair kerap dinyatakan bersama rasio udara. Rasio udara adalah perbandingan antara udara pembakaran aktual bersama udara pembakaran teoritis. Rasio udara dapat diketahui bersama cara mengukur kadar oxygen (O 2 ) terhadap gas buang bersama gas analizer dan data hasil pengukuran digunakan untuk menghitung rasio udara bersama persamaan selanjutnya :

RasioUdara 21/(21 O2%) Prosentase oxygen (O 2 ) didalam gas buang diukur bersama gunakan gas analizer portable yang pas ini udah ada di pasaran bersama harga yang terjangkau (gambar 2). Kedua parameter operasi (rasio udara dan suhu gas buang) didalam prekteknya bersama gampang dapat dikontrol dan hasilnya segera dapat diperoleh.

Gambar 2 : gas analizer portable Contoh : Suhu gas buang hasil pengukuran terhadap stack gas perlihatkan 600 o C dan hasil pengukuran komposisi gas buang (O 2 & CO 2 ) menghasilkan ratio udara adalah 1.6, dari grafik 1 kekuatan sensibel yang terkandung terhadap gas buang ke cerobong sebesar 36% dari kekuatan input.

Jika ratio udara diturunkan seandainya dari 1,6 menjadi 1,3 maka jumlah kekuatan hilang melalui gas buang akan turun dari 36% menjadi 30%. Ini artinya bersama hanya pengurangan ratio udara dari 1,6 menjadi 1,3 mengakibatkan kekuatan terbuang melalui cerobong menyusut sebesar (36-30) prosen atau mirip bersama 6%. 37

4 Berkurangnya rugi-rugi kekuatan melalui cerobong artinya penghematan bahan 6 bakar terhadap boiler sebesar :

= %, angka 0,85 adalah efisiensi boiler Panas Hilang ke Cerobong vs Rasio Udara Perhatikanlah ulang , makin rendah temperatur gas pembakaran makin sedikit kekuatan terbuang, demikianlah terhitung rasio udara, makin rendah kadar ratio udara makin sedikit kekuatan yang terbuang, atau bersama kata lain efisiensi pembakaran makin meningkat.

Secara teoritis penghematan maksimal berjalan terhadap rasio udara mirip bersama 1,tetapi didalam praktek, seandainya rasio udara dibikin 1, maka bahan bakar cendrung tidak terbakar prima yang ditandai bersama timbulnya CO dan atau asap hitam didalam gas buang. Penurunan rasio udara yang terlampau banyak akan berakibat turunkan efisiensi dan disamping itu terhitung cendrung mengakibatkan timbulnya gas CO terhadap gas buang yang terlampau beresiko bagi kebugaran manusia.

Oleh dikarenakan itu rasio udara harus dijaga senantiasa berada terhadap tingkat optimal Excess Air dan O 2 Optimum terhadap Gas Buang beraneka Bahan Bakar Bahan Bakar Optimum Excess Air prosen Optimum O 2 terhadap Stack Gas prosen Batubara.

Biomassa Stoker firing ,5 6,5 BBM Gas Bumi/LPG Black Liquor Pembakaran optimal didapat bersama sesuaikan rasio udara yaitu sesuaikan perbandingan udara dan bahan bakar. Dalam praktik pengaturan rasio udara terhadap sistem pembakaran/burner harus dikerjakan secara perlahan-lahan bersama berpedoman terhadap hasil monitoring kadar O 2 dan index asap (karbon) gas buang yang ditunjukkan terhadap gas analisis. Bila hasil pengukuran terhadap gas buang perlihatkan ada asap (karbon) atau CO, ini artinya batas rasio udara optimum udah dilewati, agar pengurangan ratio udara pembakaran tidak kemungkinan ulang dikerjakan ke tingkat yang lebih rendah.

5 Dengan kata lain batas ratio udara optimum udah dilalui : Pembakaran tidak prima berjalan terhadap rasio udara rendah Jalaga (Boiler Soot) Jelaga timbul terhadap segi api bidang pemanas boiler menghalangi pemindahan panas.

Jika pemindahan panas ke air boiler berkurang, panas yang terbawa gas buang ke cerobong menjadi bertambah layaknya kelihatan terhadap table 2, jelaga hanya setebal 1/32 inch atau 0,78 mm akan kurangi efisiensi boiler sekitar 2.5 %. Bahan deposit dari bahan bakar umumnya terdiri dari Jalaga hitam.

Untuk boiler kecil, bahan deposit ini gampang dibersihkan bersama gunakan sikat. Bahan bakar kwalitas rendah layaknya residual oil akan mengakibatkan endapan atau deposit terhadap segi gas yang lebih serius. Bahan bakar padat layaknya batubara dan kayu menghasilkan deposit berbasis ash slag dan jikalau tidak segera dibersihkan akan menjadi meleleh dan menjadi susunan isolasi glas yang sukar disingkirkan. Pada boiler pipa api deposit dapat dibersihkan bersama uap bertekanan tinggi.

Soot blowing bersama gunakan uap dikerjakan secara regular paling tidak sekali tiap tiap shift. Penyebab jelaga yang paling umum adalah excess air yang terlampau rendah, burner rusak/kotor atau persiapan bahan bakar yang salah. Dengan pembersihan tertib permukaan bidang pemanas boiler dapat kurangi cost operasi boiler.

Untuk bahan bakar gas bersama burner yang baik jelaga tidak berjalan namun demikianlah pipa pemanas boiler senantiasa harus diinspeksi dan dibersihkan paling tidak setahun sekali. Penurunan efisiensi bioler akibat Soot Deposits  Penurunan efisiensi bioler akibat Soot Deposits III.2.6 Penurunan Efisiensi Boiler akibat Soot Deposits Boiler Efficiency Reduction (%) Soot Layer Thickness, inches 1/32 1/16 1/8 2.5% 4.5% 8.5% Manajemen Air Umpan Boiler Air umpan (feed water) boiler umumnya punya kandungan CaCO 3 atau CaCO 4. Adanya zat selanjutnya mengakibatkan permukaan pipa pemanas maupun drum boiler condong terbentuk kerak dan anggota bawah drum boiler akan nampak endapan berbentuk lumpur.

 

6 terhadap boiler tidak dapat terealisasi. Pada grafik 3 kelihatan hubungan antara tebal kerak bersama pemborosan energi. Semakin tebal kerak maka makin besar konsumsi bahan bakar. Untuk itu pemeliharaan/pembersihan terhadap segi air boiler harus dikerjakan seandainya bersama cara mekanis maupun bersama zat kimia (lihat gambar 3). Grafik 3 : Pemborosan Bahan bakar vs kerak terhadap segi air pipa boiler Bila kondisi ini berjalan lama, maka jumlah kerak dan lumpur makin bertambah agar menghalangi sistem pemindahan panas dari gas pembakaran ke air/uap.

Jika kondisi ini berjalan meskipun manajemen pembakaran udah berhasil diterapkan, maka efisiensi kekuatan optimal Pengaruh kerak terhadap sistem pemindahan panas (gambar 4) nampak perbedaan antara pipa yang bersih (A) dan pipa yang berkerak (pipa B), dimana Pipa A dapat menyalurkan panas 600 C menjadi 500 C berjalan kehilangan panas 100 C, namun pipa B menyalurkan panas 800 C menjadi 500 C berjalan kehilangan panas 300 C. Gambar 3 : Pemeliharaan Boiler Untuk Meningkatkan Efisiensi 40

7 Pengaruh kerak terhadap sistem pemindahan panas Timbulnya kerak dan lumpur di didalam boiler dapat dicegah bersama cara melunakkan terutama dahulu air umpan yang dikenal bersama water softener. Proses air menjadi uap terhadap boiler mengakibatkan kotoran layaknya CaCO 3 dan CaCO 4 terbentuk, zat/kotoran ini tidak turut menguap namun tertinggal dan konsentrasinya bertambah terus didalam air boiler.

Konsentrasi kotoran yang makin tinggi harus dihindari agar kerak tidak terbentuk terhadap permukaan boiler. menjauhkan peningkatan konsentrasi kotoran adalah bersama pengurasan atau Blowdown boiler. Blowdown adalah tindakan pengurasan kotoran/endapan dari didalam boiler, namun pengurasan ini hendaknya dikerjakan sesuai keperluan, dikarenakan seandainya jumlah Blowdown berlebih maka kekuatan hilang akan bertambah melalui Blowdown.

Jumlah Blowdown diketahui dari kwalitas air umpan dan air boiler, oleh dikarenakan itu air boiler harus dianalisa secara periodik. Kwalitas air boiler ditentukan oleh pembuat boiler sebagai standard operatingprosedur yang harus diterapkan. Kwalitas air umpan boiler dapat dihitung bersama mengerti konsentrasi chlorides (CaCO 3 dan CaCO 4 ) di didalam air umpan/boiler atau bersama mengukur konduktivitas electric air boiler tersebut.

Jumlah Blowdown dihitung dari konsentrasi chlorides atau konductivitas electric yang dibolehkan didalam air umpan adalah sebagai selanjutnya : a X 100% ) b X = Jumlah Blowdown (%).

a = Konsentrasi chlorides/konduktivitas electric didalam air umpan boiler (TDS air umpan).

b = Selisih konsentrasi chlorides/konductivitas electric air boiler yang diizinkan dan air umpan ( TDS yang diijinkan TDS air umpan boiler).

Blowdown dinyatakan didalam prosen air umpan (%), agar didalam periode khusus dapat dihitung berdasarkan laju aliran air umpan boiler dikalikan bersama harga X dari persamaan ). Kesalahan didalam pengelolaan air boiler dapat berakibat fatal .

 

Previous article

Fakta Wajib Kamu Ketahui Tentang Zakat Fitrah

Next article

Koleksi Cincin Nikah Miss Mondial Band