Pemasaran produk via media social

Wabah Covid-19 dan penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia membuat masyarakat tak bisa leluasa keluar rumah.

Anjuran untuk #dirumahaja, yang diiringi kebijakan work from home (WFH) dan school from home membuat masyakarat saat ini lebih banyak menghabiskan waktu di rumah dan meningkatkan akses penggunaan internet termasuk media sosial.

Sebenarnya ini merupakan kesempatan bagi para pengusaha baik skala besar maupun skala usaha kecil dan menengah (UKM) untuk tetap bertahan dengan meningkatkan penjualan online melalui media sosial. Sebenarnya sejak 5 tahun terakhir, penggunaan media sosial sebagai alat (tools) bantu dalam memasarkan produk dan meningkatkan brand sudah dilakukan. Trennya terus meningkat dalam 2 tahun terakhir.

 

Data dari Hootsuite, perusahaan analisis media sosial dari Kanada, menyebutkan pengguna media sosial di Indonesia pada 2020 sudah mencapai 160 juta orang atau 59% dari total penduduk Indonesia mencapai 272 juta jiwa.

 

Platform media sosial yang paling banyak digunakan adalah Youtube sebanyak 88%, kemudian diurutan kedua Whatsapp 84%, Facebook menempati urutan ketiga dengan jumlah pengguna 82% dari total pengguna media sosial. Urutan berikutnya adalah platform berbagai gambar Instagram 79%, kemudian disusul Twitter 56%. Dari data tersebut, penggunaan media sosial untuk meningkatkan branding maupun menggenjot penjualan online sudah tidak bisa dipungkiri. Sebab, mayoritas penduduk di Indonesia, terutama generasi milenial, saat ini adalah pengguna aktif media sosial.

 

Alasan lain adalah efektifitas pemasaran. Berbagai platform di media sosial saat ini sudah menyediakan fitur ads atau beriklan dengan sasaran dan target yang sangat spesifik. Dengan fitur ini perusahaan atau penjual online bisa melakukan promosi secara efektif. Namun, jika tidak menguasai fitur ads dan menetapkan sasaran yang tepat, belanja iklan juga bisa skurang efektif.

 

Salah satu contohnya, adalah perusahaan makanan atau suplemen kesehatan. Maka, tentu sasaran promosinya bisa dipilih antara lain, pria dan wanita, usia 20-40 tahun, suka berolahraga, suka jogging, hobi ke gym, dll. Dengan demikian, iklan yang anda pasang akan dibagikan hanya ke orang-orang yang tepat. Ada banyak strategi lagi sebenarnya dalam memenangkan pertaruangan di pasar online. Mediamarket Network, sebagai induk perusahaan dari ayobandung.com, sudah berpengalaman membantu berbagai perusahan besa, perusahan menengah dna skala kecil untuk mempromosikan dan meningkatkan penjualan melalui media sosial. Jika Anda ingin berkonsultasi dan mengetahui informasi lebih lengkap, bisa klik link berikut https://mediamarket.id . Mediamarket akan membantu merancang strategi yang efektif untuk meningkatkan promosi dan jualan Anda melalui media sosial.