Skip to content

Gejala TBC Kelenjar dan Cara Mengatasinya

Written by

Frobeek lala

Berita Kendari – Tuberculosis atau TBC terkadang tak hanya menyerang paru-paru. Penyakit ini juga dapat menyerang kelenjar tubuh. Seperti kebanyakan kasus TBC lainnya, penyebab TBC kelenjar juga berasal dari infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis. Dengan pengobatan yang tepat, penyakit TBC kelenjar bisa disembuhkan. Kenali gejala sampai cara mengobatinya sebagai berikut.

TBC kelenjar, ada beberapa gejala TBC kelenjar yang jamak dirasakan penderitanya, antara lain: Satu atau beberapa kelenjar getah bening bengkak dan nyeri Demam Rasa tidak enak badan Berat badan turun drastis tanpa sebab jelas Keringat banyak keluar di malam hari Sering lelah atau lemas Batuk

Bengkak atau rasa nyeri kelenjar getah bening pada TBC kelenjar umumnya berawal dari benjolan kecil. Dalam hitungan minggu sampai bulan, benjolan kelenjar bisa lebih besar dan menimbulkan rasa sakit. Dilansir dari SehatNegeriku, penyakit TBC kelenjar menyerang bagian sistem daya tahan tubuh.

Sehingga, sejumlah penderita penyakit ini daya tahan tubuhnya turun drastis dan jadi mudah sakit. Di beberapa kasus, TBC kelenjar bisa muncul tanpa gejala walaupun bakterinya sudah menyebar ke seluruh tubuh. Untuk itu, saat timbul gejala TBC kelenjar seperti benjolan di leher, ketiak, atau selangkangan, ada baiknya Anda segera memeriksakannya ke dokter.

Cara mengobati TBC kelenjar Pengobatan TBC di Indonesia gratis dan ditanggung oleh pemerintah. Penyakit ini bisa sembuh apabila diobati sampai tuntas.

NHS, TBC di luar paru seperti TBC kelenjar dapat diobati dengan kombinasi obat antibiotik. Obat TBC yang jamak diberikan antara lain:

Isoniazid
Rifampicin
Pirazinamid
Etambutol

Obat TBC untuk membasmi bakteri penyebab TBC kelenjar ini biasanya diresepkan minimal selama enam bulan, tergantung kondisi penyakit. Setelah beberapa minggu diberi obat, penyakit ini kebanyakan sudah tidak menular dan penderita merasakan kondisi tubuhnya sudah jauh lebih baik.

Kendati badan terasa lebih enteng, tapi setiap pasien TBC kelenjar perlu merampungkan pengobatan sampai batas waktu yang sudah direkomendasikan dokter. Apabila pengobatan tidak tuntas, bakteri penyebab TBC bisa resisten atau kebal obat.

Pasien TBC resisten obat perlu mengulangi pengobatan dari awal dengan masa pengobatan yang lebih lama dan dengan obat yang lebih keras. Tuberkulosis atau TBC kelenjar dapat dicegah dengan menjaga sistem daya tahan tubuh tetap prima, menjaga kebersihan diri dan lingkungan, menjalani gaya hidup sehat, serta mengonsumsi asupan bergizi cukup dan seimbang.

 

Previous article

Drama Korea Terbaik dan Paling Viral Tahun 2020

Next article

Cara Membuat Bakwan Jagung yang Sederhana