Skip to content

Fakta Wajib Kamu Ketahui Tentang Zakat Fitrah

Written by

Frobeek lala

Menjelang Hari raya Idul Fitri layaknya saat ini, banyak muslim yang datang ke masjid atau badan amil zakat untuk menunaikan kewajiban membayar zakat fitrah. Zakat fitrah masih termasuk di dalam type sedekah namun miliki kekhususan sendiri.

Zakat fitrah biasanya cuma dilaksanakan sebelum akan sholat Idul Fitri. Sebagai tidak benar satu rukun Islam, zakat fitrah miliki kedudukan istimewa. Beras atau uang yang diberikan akan menjadi sedekah yang mampu bersihkan atau mensucikan diri kami menjelang Hari Raya.

 

Keutamaan itu dulu disampaikan Rasulullah di dalam hadist yang diriwayatkan Bukhari Muslim:

 

“Rasulullah SAW mewajibkan zakat fitrah satu sha’ kurma atau satu sha’ gandum atas umat muslim; baik hamba sahaya maupun merdeka, laki-laki maupun perempuan, kecil maupun besar. Beliau saw memerintahkannya dilaksanakan sebelum akan orang-orang muncul untuk shalat.” (HR Bukhari Muslim)

Sudah paham berasal dari hadis di atas, bahwa zakat fitrah hukumnya wajib. Untuk itu kami kudu paham dan paham hal-hal mengenai zakat fitrah, layaknya berikut ini:

 

 

1. Zakat Fitrah, oleh Siapa dan untuk Siapa?

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, zakat fitrah merupakan sebuah kewajiban bagi semua umat muslim di dunia. Baik yang sudah dewasa atapun yang masih kecil, berasal dari yang muda atau yang tua, sepanjang mereka masih makan maka hukumnya wajib.

Apabila anda seorang kepala keluarga, sudah menjadi kewajiban anda untuk membayar zakat fitrah semua tanggungan keluarga. Mulai berasal dari diri sendiri, isteri, anak, atau orang tua yang masih menjadi tanggungannya

 

2. Siapa yang berhak menerima Zakat Fitrah?
Dalam surat at-Taubah ayat 60 dijelaskan siapa-siapa saja yang berhak menerima zakat atau di dalam Islam disebut Mustahiq zakat.

“ Sesungguhnya zakat-zakat itu, sekedar untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mu’allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalur Allah dan untuk mereka yuang tengah di dalam perjalanan, sebagai suatu keputusan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui ulang Maha Bijaksana.”

 

 

3. Kapan kami kudu membayar Zakat Fitrah?

Kita mampu membayarkan zakat fitrah di lebih dari satu hari terakhir Ramadan, dan kudu sudah dibayarkan sebelum akan salat Idul Fitri.

Untuk membayarkannya, amil zakat yang dibentuk oleh takmir masjid paling dekat mampu menjadi pilihan. Atau mampu termasuk melalui Baznas (Badan Amil Zakat Nasional) yang sudah banyak bermitra bersama yayasan-yayasan Islam non-profit di beraneka daerah di Indonesia.

 

 

4. Apa dan berapa yang kudu kami bayarkan?

Dalam perkembangannya, zakat fitrah mengalami perubahan. Hal ini sesuai bersama kondisi ekonomi, dan termasuk pangan di suatu daerah. Rasulullah SAW mencontohkan zakat fitrah bersama 3 kilogram beras, dan mampu diganti bersama makanan pokok lain sesuai bersama daerah masing-masing, layaknya gandum, sagu, atau sereal.

 

Di Indonesia sendiri, beras banyak digunakan, dikarenakan merupakan makanan pokok lebih dari satu besar masyarakat.

Selain bersama bahan makanan pokok, zakat fitrah termasuk mampu dibayarkan bersama uang yang senilai bersama harga 3 kilogram bahan makanan di daerah berikut terhadap saat itu juga.

Kesimpulannya adalah, zakat fitrah adalah perintah untuk tiap tiap umat muslim untuk menyempurnakan ibadahnya bersama berbagi.

Previous article

Sewa Videotron di PT. Kreasi Ukasah

Next article

PENGHEMATAN ENERGI PADA SISTEM BOILER