Desain Grafis: Sebuah Bisnis yang Hanya Membutuhkan Modal yang Kecil

Desain grafis merupakan sebuah bisnis yang berperan untuk membuat atau mempertahankan tampilan visual pada beberapa hal, seperti kop surat, iklan, materi jaminan penjualan, jasa pembuatan website dan konten digital serta hampir semua komunikasi internal dan eksternal lainnya. Selain itu, bisnis ini juga dapat melibatkan desain logo, font dan tipografi, pemilihan dan tata letak warna dan gambar. Pemilik studio desain grafis dapat bekerja sendiri atau memiliki satu atau lebih karyawan untuk menghasilkan bisnis baru, mengerjakan proyek yang ada, dan mengelola aspek administrasi bisnis tersebut.

Bisnis desain grafis ini sangat ideal untuk orang-orang yang berpikiran artistik dan mahir dalam mengelola estetika visual serta mengkomunikasikan ide-ide kreatif dan melaksanakan keputusan desain secara mandiri atau melalui karyawan atau vendor. Anda harus dapat bekerja sendiri dan dalam lingkungan kolaboratif saat Anda tumbuh atau bekerja bersama klien. Dan Anda harus merasa percaya diri di kedua dunia bisnis tersebut.

Beberapa hal yang biasanya dilakukan ketika menjalankan sebuah bisnis desain grafis

  • Mengembangkan bisnis baru melalui telepon atau di jejaring bisnis atau acara sosial
  • Menjalin hubungan dengan fotografer, ilustrator, desainer grafis freelance, dan lainnya. Atau dengan siapa Anda mungkin berkolaborasi sekarang atau di masa depan
  • Menjalankan proyek untuk klien
  • Mengawasi pekerjaan kreatif para karyawan atau pekerja lepas
  • Menangani tanggung jawab sehari-hari yang terkait dengan pengelolaan bisnis, seperti penagihan pembayaran kepada para klien

Target pasar bisnis desain grafis

Beberapa bisnis atau studio desain grafis mendapatkan sebagian besar pekerjaan mereka dari agen periklanan, sementara yang lain mempromosikan layanan mereka secara langsung ke klien. Banyak pekerjaan untuk kedua jenis klien tersebut. Beberapa studio mungkin berspesialisasi dalam jenis klien tertentu, seperti organisasi nirlaba atau perusahaan B2B. Sementara yang lain mungkin fokus pada praktik tertentu, seperti pengembangan logo atau desain kemasan produk.

Beberapa hal yang dapat membantu dalam bisnis desain grafis

Studio desain grafis haruslah dijalankan oleh individu dengan bakat artistik agar menghasilkan komposisi visual yang menarik. Selain itu, Anda harus memiliki setidaknya pemahaman dasar tentang karya fotografer, ilustrator, copywriter dan kreatif lainnya yang mungkin diperlukan dalam proyek yang akan dijalankan.

Anda harus memahami dan memiliki kemampuan untuk menghidupkan aspirasi desain klien Anda. Tak hanya itu, Anda juga harus dapat mengelola pekerjaan orang lain yang terlibat dalam proyek klien, apakah itu melibatkan karyawan, freelancer atau vendor luar. Dan memiliki keterampilan kewirausahaan untuk mengembangkan bisnis mereka.

Desainer grafis biasanya memiliki gelar sarjana dalam desain grafis atau bidang terkait. Sebelum membuka bisnis sendiri, mereka sering mendapatkan pengalaman dan membuat koneksi yang berharga dengan bekerja di biro iklan, departemen kreatif korporat internal atau studio lain.

Berapa biaya atau modal yang dibutuhkan?

Banyak bisnis desain grafis dimulai dari rumah dan tanpa karyawan. Pengeluaran utama Anda dalam hal ini adalah komputer dan program desain yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan. Program-program itu seperti Adobe: Photoshop, Illustrator, InDesign dan lainnya.

Anda sekarang dapat membeli Adobe di cloud dengan biaya berlangganan bulanan mulai dari Rp. 500.000 hingga Rp. 700.000 tergantung pada bundle yang Anda pilih. Anda mungkin memiliki biaya tambahan untuk pengembangan website Anda sendiri dan untuk mencetak materi penjualan seperti kartu nama, brosur, atau barang-barang promosi. Bahkan dengan semua biaya tersebut, mudah untuk membayangkan bisa membuka bisnis setelah menghabiskan kurang dari Rp. 2.000.000 saja. Faktor ini juga membuat desain graifis merupakan salah satu bisnis yang dapat dijalankan dengan modal yang cukup kecil.