Skip to content

Cara Budidaya Ikan Kuwut agar Cepat Besar dan Sehat

Written by

Frobeek lala

Cara budidaya ikan kuwut mungkin sedikit asing di telinga, namun beda ketika menyebutnya dengan ikan gabus akan terasa lebih familiar. Pada dasarnya, kedua jenis tersebut sama hanya berbeda julukannya saja tergantung di daerahnya masing-masing.

Cara Budidaya Ikan Kuwut Agar Sukses Besar

Ikan kuwut atau gabus merupakan salah jenis favorit bagi para peternak untuk dibudidayakan. Pasalnya, kandungan gizi di dalam ikan tersebut sangat banyak dan baik guna kesehatan tubuh, sehingga peluang bisnisnya pun cukup menjanjikan. Berikut beberapa cara budidaya ikan kuwut:

Cara Budidaya Ikan Kuwut

1. Menentukan Tempat Pembudidayaan

Pada dasarnya, ada beberapa media yang bisa Anda gunakan untuk melangsungkan pembudidayaan ikan kuwut, mulai dari kolam tanah, beton ataupun terpal. Sebelum memulainya, tentukan terlebih dahulu metodenya dengan menyesuaikan ketersediaan lahan serta modal yang telah disiapkan.

Masing-masing dari medianya memiliki cara serta keunggulan yang berbeda-beda untuk menghasilkan tempat pembudidayaan berkualitas. Walaupun metode pembuatannya hampir sama dengan pembudidayaan jenis ikan lainnya, namun ada baiknya pastikan terlebih dahulu sebelum membuatnya.

2. Proses Memilih Indukan Ikan Kuwut

Tahap berikutnya yang harus Anda lakukan sebelum memulai proses pembudidayaan adalah menentukan serta memilih indukan ikan kuwut. Pastikan menggunakan jenis indukan yang telah melewati penyeleksian seperti kesehatan, keaktifannya hingga mengenali antara jantan dan betina.

Untuk mengetahui perbedaannya, maka ada beberapa cara yang bisa dilakukan. Pada umumnya, ikan kuwut berjenis kelamin jantan memiliki bentuk kepala cenderung oval, sedangkan betina bulat. Selain itu, warna tubuhnya pun berbeda. Jika jantan terlihat lebih gelap dibandingkan dengan betina.

3. Proses Pemijahan Dan Penetasan Telur

Cara budidaya ikan kuwut berikutnya adalah proses pemijahan dan penetasan telur. Tahap ini merupakan sebuah langkah penting guna menghasilkan benih-benih berkualitas hasil dari perkawinan. Campurkan sekitar 20 hingga 30 indukan ke dalam kolam yang sudah Anda tentukan sebelumnya.

Setelah itu, biarkan selama 3-4 hari indukan di dalam kolam. Namun, pastikan bahwa airnya terus mengalir secara sempurna saat proses pemijahan berlangsung. Telur-telur tersebut kurang dari 24 jam akan menetas dengan sendirinya jika suhu berada pada 28 derajat celcius.

4. Proses Merawat Larva Ikan Kuwut

Langkah berikutnya setelah proses pemijahan dan penetasan telur yaitu merawat larva. Dari mulainya menetas hingga berusia 2 hari Anda tidak perlu memberikannya pakan. Hal tersebut dikarenakan, anakan ikan kuwut memiliki cadangan pakan sampai umurnya berkisar 3 hari lebih.

Berikan pakan jenis artemia sebanyak 3 kali dalam sehari. Jika sudah berumur 5 hari, lakukanlah hal yang sama bahkan lebih baik lagi apabila ditambahkan makanan seperti Daphnia. Jangan lupa untuk mengganti air kolam secara rutin agar sirkulasi udaranya tetap lancar guna pasokan oksigen.

5. Penebaran Benih Dan Pemberian Pakan

Biasanya, penebaran benih bisa dilakukan apabila ikan sudah berusia sekitar 14 hari. Selain itu, proses ini dapat Anda mulai jika larva belum diberikan pakan pada saat pagi hari. Setelah berjalan selama 2 hari, barulah para pembudidaya memberikan pelet sebagai pakan utama untuk ikan kuwut di kolam.

Palet merupakan salah satu jenis pakan yang paling sering digunakan oleh para pembudidaya. Hal tersebut dikarenakan, kandungan gizi di dalamnya mampu memenuhi kebutuhan ikan serta mendukung tumbuh kembangnya. Selain itu, Anda juga dapat menggunakan pakan alternatif lainnya.

Itulah tadi pembahasan ikanesia mengenai beberapa cara budidaya ikan kuwut. Biasanya, proses panen ikan jenis ini dilakukan secara bertahap di setiap kolamnya. Selain itu Anda juga dapat mengecek kondisi harga pasar dulu sebelum masa panen dilakukan.

Previous article

Cara Mencegah Terjadinya Radang Paru Pada Anak

Next article

Alat Safety Di Jakarta Terlengkap Dan Tentunya Terpercaya