Anak Lelaki Kok Feminin?

Belakangan ini, banyak tayangan televisi yang menampilkan sosok laki-laki yang tampil lemah gemulai. Beberapa Mama mengambil keputusan untuk melarang si Buyung menonton acara tersebut. Alasannya? Beragam. Seperti jawaban Mama Shelly di Bogor. “Saya melarang sebab saya mau anak lelaki saya bersikap maskulin.”

Mama Wita di Jakarta Selatan menjelaskan kaum hawa butuh lebih sensitif daripada laki-laki karena sifat inilah yang membuat ia tahu ketika anaknya lapar, cemas, takut, dan lainnya. Sementara seorang laki-laki, bertugas sebagai kepala rumah tangga yang harus tegas, ulet, gagah sehingga bisa menjadi nakhoda yang baik bagi keluarganya. Perilaku-perilaku ini identik dengan sikap maskulinitas laki-laki. “Saya tidak mau, sehabis menonton, anak jadi bingung dengan kodratnya,” kata Mama Wita.

PERAN GENDER DI MASYARAKAT

Menurut Alzena Masykouri, M.Psi, feminin dan maskulin erat terkait dengan gender role atau peran gender. Ini dapat diartikan sebagai tuntutan lingkungan (sosial) terhadap peran seseorang berdasarkan jenis kelaminnya. Idealnya memang, lanjut Alzena, anak perempuan tumbuh dengan sikap feminin yang kuat. Sementara anak laki-laki dengan sikap maskulinnya yang dominan. Karena itu, ketika Mama Papa melihat karakter yang tak sesuai dengan gender role pada buah hati, segera arahkan anak. Caranya bisa dengan lebih memfasilitasi perkembangan gender mereka. Anak lelaki-diajarkan bermain sepak bola, berkuda, beladiri, sehingga perilaku maskulinnya semakin terasah, misalnya.

ORANGTUA BERPERAN SESUAI GENDER

Yang lebih penting, Alzena mengigatkan agar kita selalu mengawasi tumbuh kembang anak sehingga peran gender-nya tertanam dengan baik. Bagaimana cara menanamkan peran gender ini?:

– Beri pemahaman tentang “Papa” dan “Mama”. Mama berperan sebagai ibu, Papa berperan sebagai ayah. Dengan begitu anak akan belajar berperilaku dari dua tugas orangtuanya yang berbeda.

– Hadirkan sosok lengkap. Kehadiran sosok Mama dan Papa secara lengkap di rumah sangat diperlukan anak untuk membentuk karakternya. Anak perempuan perlu ­ gur seorang ayah karena ia akan belajar hal yang berbeda dari mamanya. Kelak ia juga akan memilih lelaki yang tepat sebagai kepala keluarganya.

Berikut adalah informasi tempat les berbahasa Jerman terpopuler di Bandung untuk anak yang ingin mahir bahasa Jerman.