Anak Lelaki Kok Feminin Bagian 2

– Demikian pula anak laki-laki juga penting dekat dengan mamanya untuk melihat dan mempelajari sesuatu yang berbeda dari sosok sang papa. Kelak ia pun akan memilih seorang wanita untuk menjadi ibu dari anak-anaknya.

– Berikan contoh perilaku. Ingat, anak belajar dari meniru. Anak perempuan akan belajar kelembutan hati dari ibu dan ketegasan sikap dari ayah. Demikian pula anak laki-laki, ia akan belajar bagaimana melindungi keluarga dari ayah dan mengekspresikan rasa sayangnya dari ibu.

– Waspadai lingkungan. Lingkungan berpengaruh kuat pada anak. Untuk itu pastikan anak memilih lingkungan pergaulan yang sehat. Hindari pergaulan yang terlalu erat dengan laki-laki yang perilakunya jelas seperti banci karena dikhawatirkan anak akan terpengaruh. Juga jangan bebaskan anak menonton teve yang menampilkan program yang menampilkan bias gender (waria, contohnya).

– Perkenalkan berbagai aktivitas gender. Anak perempuan tentu sahsah saja melakukan olahraga panjat dinding. Tetapi ia juga perlu dikenalkan permainan yang feminin, seperti bermain boneka. Begitu pun sebaliknya. Anak lakilaki boleh kok ikut kelas menari bila berbakat. Namun kenalkan pula ia dengan kegiatan olahraga yang menantang, seperti sepak bola. Kedua aktivitas ini diperlukan agar anak tumbuh sesuai dengan peran gender-nya.

Namun tentu, penerapannya tidak perlu kaku, sampai membatasi pergaulan anak, umpamanya, atau melarang anak perempuan bermain mobil-mobilan atau anak laki-laki bermain boneka. Penjelasan dari Mama Papa dibutuhkan agar anak memahami kenapa mereka harus melakukan aktivitas yang berbeda. Saat mengajak si Buyung belajar bela diri, katakan: “Supaya Kakak menjadi lelaki yang gagah!” Bukan “Soalnya Kakak terlalu kemayu, payah, harus gagah dong!”

KEMAYU TIDAK SELALU HOMOSEKSUAL

Yang juga perlu dipahami, tidak selalu anak laki-laki yang “kemayu” atau perempuan yang “gagah”, akan tumbuh menjadi homoseksual. Tak jarang, anak lelaki yang terlihat feminin ternyata lelaki sejati dan sangat tangguh dalam bekerja. Begitu pula sebaliknya. Sebab, feminin atau maskulin adalah gender, bukan jenis kelamin atau orientasi seksual.

Dan berikut ini adalah informasi lain mengenai tempat les belajar bahasa Jerman di Tangerang untuk anak yang ingin menguasai bahasa Jerman dengan sempurna.