Alasan Kenapa Anak Suka Menunda

Bagi mamanya, Andri punya hobi mengulur-ulur waktu. Putranya yang berusia 4 tahun ini bila diminta mandi jam 4, ia baru melakukannya menjelang magrib. Diminta tidur malam jam 20.00, baru naik ranjang jam 21.00. Alasan Andri, asyik main, belum ngantuk dan sebagainya. Kalau Mama memiliki kasus yang sama dengan mama Andri, menurut Dewi Puspa Hardiawan M.Psi, masalah tersebut terkait dengan 3 faktor penyebab, yakni

* Faktor Usia. Anak 4—6 tahun masih senang bermain. Baginya, bermain adalah dunia yang menyenangkan. Itulah mengapa sepanjang waktu kesibukannya hanya bermain. Anak yang tengah asyik bermain akan sulit menanggapi kalau diminta sesuatu, bahkan cenderung mengabaikannya. Apalagi di usia ini, si prasekolah memang sedang senang-senangnya “protes” karena mereka sudah merasa mandiri atau sudah merasa besar.

* Faktor pengasuhan. Pola pengasuhan juga terkadang membuat disiplin anak kurang terasah. Penyebabnya bisa lantaran kesibukan orangtua atau ketidaktahuan orangtua tentang bagaimana cara mendisiplinkan anak. Ketidaktahuan inilah yang kerap membuat orangtua jadi tidak konsisten saat menerapkan aturan. Hari ini boleh, besok dilarang. Padahal ketidakkonsistenan ini dibaca anak sebagai contoh ketidakdisiplinan juga. Idealnya, membangun disiplin pada anak dimulai sejak kecil. Misal, tidur tepat waktu, bangun, mandi, bermain, dan hal rutin lainnya. Pembiasaan rutin dengan sikap konsiten dari orangtua akan membentuk karakter disiplin yang bermanfaat untuk hidup anak di kemudian hari. Sosok yang disiplin juga mudah diterima dan dihormati.

* Faktor lingkungan. Si prasekolah cenderung meniru apa yang dilihat karena itulah keluarga (Mama, Papa, kakak, pengasuh, dan anggota keluarga lain yang tinggal satu rumah) sebaiknya memberikan contoh dalam menerapkan disiplin waktu. Hal-hal yang dilihat anak dalam lingkungannya akan ditiru dan lama-kelamaan akan menjadi suatu kebiasaan. Ingat, tidak ada anak yang dilahirkan untuk menjadi “pemalas”, kalaupun ada yang pemalas, lingkunganlah yang membentuk pribadi seperti itu.

BELAJAR DISIPLIN WAKTU

Memang dibutuhkan kesabaran dan pengertian dari orangtua dalam pembentukan perilaku anak, terutama dalam disiplin waktu karena kita harus mengulang-ulang konsep yang ditanamkan. Berikut hal yang perlu diperhatikan:

  1. Ciptakan suasana menyenangkan. Ciptakan suasana yang fun dalam penerapan disiplin; ajaklah anak mencuci tangan sebelum makan, menggosok gigi, merapikan mainannya, tanpa pemaksaan. Karena sesuatu yang dipaksakan tak akan berdampak positif.

Untuk anak yang akan mengikut tes TOEFL berikan ia pembekalan di tempat persiapan tes TOEFL terbaik di Jakarta.