Alasan Kenapa Anak Suka Menunda Bagian 2

  1. Beri perhatian dan bimbingan. Bimbinglah buah hati untuk memahami alasan mengapa ia perlu melakukan kebiasaankebiasaan positif. Bahwa mencuci tangan sebelum makan, diperlukan agar tangannya selalu bersih. Tangan yang kotor akan mengandung kuman yang bisa membuatnya jatuh sakit.
  2. Beri penjelasan dan nasihat bila menolak. Kesabaran orangtua amat dibutuhkan untuk membangun disiplin anak. Wajar bila ia sesekali menolak permintaan kita, namun umumnya dengan nasihat yang lemah lembut anak akan lebih mudah menerimanya. Contoh, saat anak mengulur-ulur waktu mandi, tanyakan alasannya baikbaik. Lalu jelaskan mandi yang terlalu malam akan membuatnya kedinginan. Jika anak sedang asyik bermain, beri ia waktu sekitar 10 menit untuk menyelesaikan permainannya. Setelah selesai mandi, katakan bahwa badannya sudah tambah segar dan ia bisa meneruskan permainannya kembali. Nasihat juga bisa diberikan melalui cerita tentang disiplin dan manfaatnya. Bukankah si prasekolah selalu senang mendengarkan cerita?
  3. Keteladanan dan contoh yang baik. Jika ingin anak bertingkah laku sesuai keinginan kita, beri contoh dan keteladan yang baik. Ya, anak di usia ini sangat peka terhadap apa yang dia lihat, dengar, dan rasakan. Prasekolah adalah manusia kecil yang senang meniru. Bila sebelum dan setelah makan, kita selalu mencuci tangan sampai bersih, prasekolah pun akan melihat bahwa perilaku seperti itulah yang sebaiknya dilakukan.
  4. Beri penghargaan. Contoh, saat si kecil sudah membereskan mainannya, katakan “Mama bangga sekali melihatmu sudah mengembalikan mainannya pada tempatnyai”. Jelaskan dengan selalu menata mainannya, ia tidak akan kehilangan mainannya dan mudah mencari kembali bila ia ingin dimainkan. Penghargaan adalah unsur disiplin yang sangat penting dalam pengembangan diri anak. Namun tentu penghargaan perlu diberikan secara berimbang. Fokuskan pujian pada perilakunya, misalnya: “Kakak hebat sudah mandi tepat waktu”; “Wah, hebat anak Mama, persis jam 12 sudah rapi selesai makan siangnya”; “Bagus sekali Nak, kamu sudah mencuci tangan sebelum makan.”
  5. Lakukan dengan sabar dan konsisten Menanamkan disiplin memerlukan kesabaran, cinta, kepedulian, keyakinan serta kepercayaan diri bahwa kita mampu mendisiplinkan buah hati. Lakukan berulang sampai kedisiplinan yang diinginkan menjadi menetap. Bila disiplin sudah menjadi kebiasaan, tanpa perlu diminta, anak akan mengerjakannya rutinitas tepat waktu!

Berikan anak pelatihan di tempat kursus persiapan IELTS terpercaya di Jakarta.